welcome

warganet

welcome

warganet

welcome

warganet

welcome

warganet

welcome

warganet

Senin, 23 Maret 2015

Kamu Sering Meng’kretek’ Anggota Badanmu? Baca ini untuk Tahu Bahaya Tidaknya


Ketika tubuh kita terasa kaku-kaku dan pegal, kemudian kita membunyikan sendi hingga berbunyi ‘kretek-kretek’ hingga akhirnya memberikan sensasi relaksasi tersendiri. Untuk sejenak, rasa pegal itu bisa hilang atau tercipta suatu kepuasan tersendiri selepas kretek-kretek berbunyi.
Kadang-kadang ketika kamu jalan-jalan bersama teman-temanmu, tiba dikagetkan dengan bunyi ‘kretek’ yang dihasilkan dari pergerakan anggota badan salah satu temanmu. Seusai selesai dia melakukan kebiasaan tersebut, biasanya terpancar wajahnya yang lega dan rileks.
Atau mungkin saja justru kamulah yang sering mengagetkan teman-temanmu dengan bunyi ‘kretek-kretek’ dari anggota badanmu!

Amankah melakukan kebiasaan tersebut?

Secara teknis sebenarnya meregangkan otot hingga mengeluarkan suara tidaklah berbahaya. Namun, jika hal tersebut dilakukan secara rutin, maka lain lagi ceritanya.
“Mengkeretekkan otot atau menyelaraskan persendian tidak berbahaya, tapi jangan dilakukan sebagai kebiasaan,” kata Dr Christopher Anselmi, ahli chiropractik, di New York, AS.
Persendian tersusun dari ligamen, tendon, dan struktur jaringan yang lembut dan makin lama bisa aus. “Jika persendian tidak sesuai dengan posisinya, maka bisa menyebabkan kerusakan prematur,” katanya.
Suara “krek” yang kita dengar saat meregangkan otot memang terkadang menakutkan sehingga kita mengira tulang patah. Persendian mengandung cairan dan gas seperti nitrogen dan karbondioksida. Ketika cairan tertekan dan ada dorongan di persendian, gas akan keluar dan menghasilkan suara “keretek”.
Untuk mengurangi rasa pegal pada otot, Anselmi menyarankan untuk melakukan peregangan ringan. Cara paling mudah adalah saat sedang mandi kita berdiri tegak dan regangkan punggung perlahan. Setelah 5 menit, lenturkan punggung ke arah depan dan belakang, serta ke samping.
“Meregangkan punggung yang kaku sampai berbunyi tidak akan merusak tulang dan sendi, namun jika Anda merasa tidak nyaman pada persendian dan selalu ingin meregangkannya, mungkin memang ada masalah pada punggung,” katanya.
Opini hampir serupa disampaikan oleh dokter lainnya. “Boleh saja asal tidak sering-sering, misalnya jangan 5 menit sekali dibunyikan,” kata Dr Michael Triangto, SpKO, pakar kesehatan olahraga dari RS Mitra Kemayoran seperti dimuat di detik.com.
Jika dilakukan berlebihan, misalnya 5 menit sekali, maka bisa menyebabkan persendian mengalami keausan. Dalam jangka panjang, jika kebiasaan ini dibiarkan berlarut-larut bisa menyebabkan osteoarthritis (OA) atau sejenis peradangan pada sendi.
Selain itu, Dr Michael juga menyarankan agar membunyikan sendi hingga berbunyi ‘kretek-kretek’ sebaiknya dilakukan sendiri. Tidak dianjurkan meminta bantuan orang lain, sebab hanya masing-masing orang yang bisa benar-benar mengenal tubuhnya sendiri.
Sementara itu, dokter spesialis bedah orthopedi dari Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, dr. Benedictus Megaputera, MSi, SpOT sependapat bahwa kebiasaan ini sebaiknya tidak dijadikan kebiasaan. Menurutnya, tindakan ini bisa memicu pergeseran bantalan sendi antar tulang belakang.
“Bila badan terasa nyeri dan pegal-pegal setelah duduk lama sebaiknya melakukan istirahat sejenak sambil melakukan peregangan otot (stretching),” jelas dr. Benedictus.

Berikut Penjelasan Simpel tentang Sendi dan Bunyi ‘Kretek-kretek’-nya

Sendi merupakan hubungan antartulang sehingga tulang dapat digerakkan. Hubungan dua tulang disebut persendian (artikulasi).
Nah, yang dimaksud dengan ‘mengkretek’ sendi adalah menggerakkan sendi tulang hingga menghasilkan bunyi ‘keretek’. Sendi tulang mana saja yang biasa kita ‘kretek’? Yaitu sendi tulang-tulang jari, leher, tulang belakang, dan sebagainya.
Ada penjelasan ilmiah sederhana untuk fenomena tersebut. Untuk memahami bagaimana suara ‘kretek’ diproduksi, sangat perlu untuk mengetahui bagaimana sendi bekerja.
Dibalik Meng'kretek' Sendi Tulang
Gambar Sendi. Sumber Gambar : wikipedia.org
Bagaimana Cara Kerja Sendi
Sendi merupakan hubungan antar tulang sehingga tulang dapat digerakkan. Hubungan dua tulang disebut persendian (artikulasi). Masing-masing ujung kedua tulang dilindungi oleh lapisan untuk bergesekan satu sama lain dengan jaringan tulang rawan. Sehingga tidak menyakitkan serta saling merusak karena gesekan. Artikulasi tulang rawan ini didukung oleh bantalan cairan sinovial yang kental dan jelas, yang diproduksi oleh membran yang mengelilingi setiap sendi. Cairan sinovial tersebut melumasi sendi, seperti minyak melumasi bagian logam dalam mesin mobil kita, mencegah bagian keras dari pergesekan antar tulang kita.
Apa yang Membuat Sendi Berbunyi ‘Kretek’.
Bila kita ‘mengkretek’ sendi jari atau sendi tulang yang lainnya, berarti kita saat itu menarik tulang-tulang di sendi saling jauh dari satu sama lain. Hal ini membuka ruang di sendi, mengurangi tekanan di dalamnya. Tekanan yang berkurang menarik gas-gas yang kemudian terlarut dalam cairan sinovial.
Ketika oksigen dan karbon dioksida menjadi kurang larut, mereka membentuk gelembung. Suara ‘kretek’ yang kita dengar adalah suara gelembung yang terbentuk, seperti kita mendengar gelembung terbentuk ketika kita membuka kaleng soda, yang menurunkan tekanan di dalam kaleng, sehingga karbon dioksida terlarut dapat membentuk gelembung.
Fakta Menarik
Jika kita mengambil gambar x-ray dari sendi tulang tepat setelah kita meng’kretek’nya, gelembung-gelembunya akan terlihat. Hal ini membuat ukuran sendi bertambah sekitar 15%. Gelembung-gelembung ini tidak akan ada untuk selamanya. Setelah sekitar setengah jam, gas larut kembali ke dalam cairan sinovial.
Setelah kita meng’kretek’ sendi-sendi tulang jari kita, kita tidak dapat langsung meng’kretek’nya dan mendapatkan bunyi ‘kretek’ lagi dalam jangka waktu dekat, karena kita perlu gas-gas terlarut untuk mendapatkan efek itu. Jika suara ‘kretek’ itu muncul lagi dan dapat kita lakukan berulang-ulang kali, kemungkinan besar adalah karena ligamen kita bergerak kembali ke tempatnya.

Ahok: Pakai Pergub, DPRD Sekarang Sudah Tidak Berfungsi!


Jakarta - DPRD DKI telah menolak mentah-mentah Perda APBD 2015. Otomatis Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) harus mengaluarkan Pergub. Menurut Ahok, dengan begitu fungsi dewan tak lagi ada.

"Jadi yang ngawasnya DPRD sekarang sudah enggak fungsi nih. Jadi istilahnya apa coba," ujar Ahok di Balai Kota, Jl Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (24/3/2015).

"(Mereka) Ada fungsi kalau mau ikut Musrembang tahun ini untuk 2016. Makanya kita ngundang beliau-beliau itu pokir sekarang. Kalau mereka nggak mau ya sudah lanjut Pergub," sambungnya.

Ahok tidak menghiraukan apabila memang harus menerbitkan Pergub hingga 2016 dan 2017. Dengan begitu, peran dewan Kebon Sirih untuk melakukan fungsi pengawasan sudah tidak optimal lagi.

"Nggak ada urusan lagi sama DPRD kalau gitu caranya. Mendagri saja, kita akan fokus. Sekarang lebih enak kita lapor Mendagri, masyarakat semua lihat, kita libatkan BPKP dan Forkopminda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah)," terang Ahok.

"Jadi nanti jaksa, BPKP, BPK akan kami sediakan satu kantor di semua SKPD. Ketika SKPD mau eksekusi dia langsung diskusi sama jaksa dari Kajati ini. Jadi ini enak," pungkasnya.

detikcom

Terkait Serangan Fans pada Mobil Bale, Madrid Ambil Tindakan Hukum


Madrid - Para suporter yang menyerang mobil Gareth Bale pasca kekalahan di El Clasico kini terancam hukuman. Menyusul keputusan Real Madrid untuk mengambil tindakan hukum kepada mereka.

Seperti diberitakan sebelumnya, beberapa suporter Madrid ngamuk pasca kekalahan tim kesayangannya itu di tangan Barcelona 1-2 pada akhir pekan lalu. Hasil itu membuat El Real kini tertinggal empat poin dari sang rival abadi.

Mereka kemudian meluapkan kekecewaannya dengan menyerang mobil yang sedang dikendarai Bale di area pusat latihan Madrid, Valdebebas. Disebut-sebut Jese Rodriguez juga kena sasaran amuk suporternya.

Diwartakan ESPNFC, Madrid sudah mengidentifikasi tiga orang suporter yang melakukan tindakan itu. Salah satunya adalah seorang anggota Madrid.

"Detil dari identitas anggota ini sudah dikirimkan kepada Komisi Disiplin klub. Dia dituntut dengan ancaman pengeluaran dari keanggotaan Real Madrid karena tindakan itu dianggap sebagai pelanggaran yang sangat serius," bunyi pernyataan klub.

Selain itu, Madrid juga telah memberitahukan kepada Komisi Anti-Kekerasan Nasional Spanyol tentang identitas para penyerang itu untuk menjatuhkan dakwaan kriminal. Klub juga bakal menempuh jalur hukum kepada mereka yang bertanggung jawab atas insiden ini.

detikcom

Facebook Siapkan Aplikasi Panggilan Telepon


Jakarta - Facebook ingin semakin memperluas jangkauannya dalam komunikasi. Raksasa jejaring sosial tersebut diam-diam sedang menguji aplikasi voice calling alias panggilan telepon. 

Berdasarkan laporan Android Police yang dikutip detikINET, Selasa (24/3/2015), aplikasi yang dinamakan 'Phone' ini menampilkan informasi siapa yang menelepon Anda, berdasarkan profil Facebook. 

Phone akan secara otomatis memblokir panggilan dari nomor yang sebelumnya diidentifikasi sebagai spam. Facebook sedang menjajal fitur baru ini ke sejumlah pengguna. Bocoran foto aplikasi ini menunjukkan indikasi bahwa Phone saat ini terbatas untuk pengujian internal. 

Ditanya mengenai kebenaran informasi ini, juru bicara Facebook mengatakan, "Kami selalu menguji apa pun." Namun dia menolak mengomentari secara spesifik mengenai aplikasi Phone.
 


Ini bukan pertama kalinya Facebook bereksperimen dengan voice calling. Sebelumnya, situs besutan Mark Zuckerberg ini memperkenalkan voice call ke aplikasi Messenger, dan pernah menguji fitur tersebut di WhatsApp versi Android. 

Belum diketahui apakah aplikasi Phone merupakan perluasan dari fitur voice calling yang sudah ada, atau merupakan layanan yang berdiri sendiri. Namun deksripsi pada bocoran gambar memberitahukan fitur ini akan bekerja untuk semua voice call.

detikcom

Dolar AS Kembali Tinggalkan Rp 13.000


Jakarta -Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) hari ini melemah terhadap rupiah. Dolar AS pun lengser dari level Rp 13.000.

Seperti dikutip dari data perdagangan Reuters, Selasa (24/3/2015), pagi tadi dolar AS dibuka sudah melemah di Rp 12.990 dibandingkan posisi pada penutupan kemarin di Rp 13.013.

Secara perlahan tapi pasti, dolar AS terus melemah sampai ke titik terendahnya hari ini di Rp 13.955. Indeks tidak lagi menyentuh level Rp 13.000 sampai siang hari ini.

Investor melepas dolar AS sambil menunggu kepastian mengenai naiknya suku bunga acuan AS yang akan dilakukan The Federal Reserve (The Fed). Sampai saat ini memang belum ada kepastian mengenai rencana ini.

Pekan lalu, dolar AS merosot tajam mencapai titik terendah dalam tiga tahun terhadap euro. Kala itu dollar index (DXY) jatuh 1,37%, termasuk koreksi harian terbesarnya sejak September 2013.

detikcom

Gadis Cantik Berburu Pendonor Sperma via Facebook


Jakarta - Ada-ada saja yang dilakukan orang lewat media sosial, salah satunya seperti yang dilakukan wanita cantik asal Rumania ini. Ia berburu pria yang mau menghamilinya dengan mengiming-imingi sejumlah uang.

Adelina Albu, demikian nama yang terdaftar di akun Facebooknya. Bahkan ia sampai mengiming-imingi uang sebesar 500 euro atau setara dengan Rp 7 juta bagi yang mau melakukannya. Tapi hanya sebatas itu, Adelina tak ingin menjalin hubungan lebih jauh karena mengganggap semua laki-laki puya sifat kekanak-kanakan.

“Jadi, daripada membuang-buang waktu saya pada hubungan yang sia-sia, aku akan membayar untuk (pendonor sperma) itu. Untuk 500 euro,” tulis Adelina di halaman Facebook miliknya, seperti detikINET kutip dari Metro, Selasa (23/3/2015).

Alhasil, berbagai tawaran pun hadir dari banyak pria yang berteman dengan dirinya. Bahkan sebagian besar rela tak dibayar untuk mewujudkan keinginannya itu, meski tak sedikit juga yang tergiur dengan bayarannya.

Anehnya, sejumlah teman-teman Facebook Adelina malah banyak yang mendukung tindakannya. Sebagian besar memuji Adelina karena berani menjadi wanita mandiri yang ingin membesarkan anaknya sendirian, tanpa membutuhkan pasangan.

“Ya, saya seorang wanita mandiri yang matang dan saya ingin bayi,” jawabnya menanggapi komentar teman-temannya.

detikcom

Begal mengaku polisi rampok pemotor yang kehabisan bensin


Merdeka.com - Dua begal mengaku polisi merampok sepeda motor dan dompet milik korban bernama Kamaluddin di Kecamatan Bilah Hulu, Labuhanbatu, Sumatera Utara. Pelaku SSH (31) dan PG (36) merupakan warga Desa Pondok Batu, Kecamatan Bilah Hulu. Polisi yang mendapat laporan, lantas memburu kedua pelaku. Akhirnya keduanya ditangkap pada Sabtu (21/3), sekitar pukul 14.00 WIB.

"Mereka sempat melarikan diri usai merampas sepeda motor dan dompet berisi uang Rp 700.000 milik korban Kamaluddin pada 28 Februari 2015," kata Kapolres Labuhanbatu AKBP Teguh Yuswardhie kepada wartawan di Rantauprapat, Minggu (22/3).

Polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Yamaha Vixion, sebuah dompet dan ATM milik korban serta satu unit sepeda motor Honda Supra X.

Menurut Teguh, semula korban mengendarai sepeda motornya dan kehabisan bensin di jalan lintas Sumatera Pematang Seleng Kecamatan Bilah Hulu. Lalu kedua pelaku menghampiri korban dan menanyakan surat-surat kendaraan layaknya seorang petugas kepolisian.

"Modusnya menanyakan surat-surat kendaraan, setelah itu merampasnya. Atas tindak kejahatan itu, kedua pelaku disangkakan melanggar Pasal 365 KUHPidana tentang pencurian dengan kekerasan," katanya.

merdekacom