Hello guys, udah pada tau kan sinetron Anak Jalanan, yang ngehits banget di kancah pertelevisian Indonesia ini,
Yup bener, sinetron yang menceritakan tentang sekelompok anak muda yang doyan naek motor hingga membentuk genk motor. Tak terasa sinetron ini sudah berumur lebiyh dari 1 tahun loh, wah berarti memang sinetron ini di garap dengan sangat serius ya?? hmm pastinya, karena jumlah penonton nya yang sampai saat ini sudah banyak bahkan hampir disemua kalangan umur baik muda maupun orang dewasa.
Kemarin episode yang sangat mengharukan di sinetron "Anak Jalanan" sudah tayang, mau tau seperti apa suasana take terakhir "Boy" di sinetron tersebut?? yuk kita lihat video nya dibawah ini
Ya demikian lah akhir cerita "Boy" dalam sinetron "Anak Jalanan" , lalu bagaimana kelanjutan Steffan (Boy) selanjutnya??? ya kita nantikan saja, apakah akan kembali terjun kedunia akting atau kah memulai sesuatu yang baru???
stay tune disini yah, untuk update berita terbaru..... see ya
"Om Telolet Om" mungkin kata kata itu yang selalu menghiasi hampir seluruh komentar, status, thread yang berada di internet maupun di dunia nyata. Bahkan akhir akhir ini di luar negeri pun menurut banyak sumber di youtube maupun medsos sama dengan Indonesia sedang demam "om telolet om".
Sebenarnya apa sih "telolet" yang di maksud dalam kalimat tersebut? "telolet" disini merupakan sebut saja variasi klakson yang terpasang pada bis (pada umumnya).
Dalam video diatas merupakan kumpulan suara "telolet" beserta proses pengambilan gambarnya. Memang fenomena ini menjadi Trending topik di seluruh belahan bumi ini, bisa dilihat dari video dibawah ini
Bisa terlihat bagaimana booming nya istilah "om telolet om" di dunia medsos. Memang pada dasarnya dan menurut gw sebagai penulis pun hal ini merupakan hiburan murah meriah yang bisa di dapatkan di jalanan.
TAPI.....
Bukan berarti hiburan ini tanpa resiko, bisa terlihat di video pertama, betapa membahayakan jika merekam video sedekat itu apalagi gw yang melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana dari anak kecil hingga orang tua memburu rekaman "telolet" di sebuah fly over yang ada di dekat lokasi penulis saat ini.
Apa komentar pemerintah tentang fenomena ini??
Ternyata penggunaan telolet ini tidak melanggar aturan loh, loh kok bisa?? yuk kita baca kata selanjutnya dari sumber halaman yang sama
Sumber : http://www.tribunnews.com/otomotif/2016/12/21/apakah-penggunaan-klakson-telolet-tak-melanggar-aturan-ini-jawaban-organda
Jadi memang klakson ini tidak melanggar peraturan, tapi berhubung para pemburu suara ini sudah melewati "batas aman" maka pemerintah selaku pembuat peraturan dan mengayomi masyarakat menghimbau para pengendara agar tidak melayani semua permintaan "telolet".
Tapi ya namanya dunia maya pasti ada pro dan kontra, ada gambar yang beredar di medsos seperti dibawah ini
Nama disamarkan karena bukan mereka yang membuat, tapi inilah contoh gambar yang beredar di medsos facebook
Penulis pun tidak tahu menahu asal muasal gambar tersebut, tapi penulis akui baru mengetahui tentang adanya istilah istilah tersebut di luar sana, penulis pun menjadi ragu atas gambar tersebut bagai memancing di air keruh jadi tidak tahu mana yang benar maupun yang salah.
Tapi kita tunggu saja apa kata para pemuka agama tentang fenomena ini, mereka jauh lebih tinggi keilmuannya dibanding saya pribadi penulis.
Terimakasih atas waktunya untuk membaca sedikit artikel ini, sampai jumpa
Hari ini Bank Indonesia (BI) mengeluarkan uang desain baru (Redesign), terlihat pecahan nya sama persis dengan yang sudah beredar sampai saat ini.
Menurut berita uang ini diluncurkan di gedung BI hari ini jam 9 pagi tadi,di hadiri bpk presiden RI Joko Widodo beserta para menteri.
yuk kita lihat seperti apa bentuk dan rupa nya
Rupa baru pecahan Rp. 100.000 dan Rp. 10.000
Rupa baru pecahan Rp. 50.000 dan Rp. 5.000
Rupa baru pecahan Rp. 20.000 dan Rp. 2.000
Rupa baru pecahan Rp. 1.000 dan Rp. 2.000
Direktur Departemen Komunikasi BI Arbonas Hutabarat menyebut, meski ada uang dengan desain baru, uang rupiah yang ada saat ini tetap berlaku sebagai alat pembayaran yang sah.
"Apabila uang rupiah kertas dan logam yang baru tersebut telah dikeluarkan dan diedarkan pada waktunya, maka uang rupiah kertas dan logam yang masih beredar saat ini masih tetap berlaku sebagai alat pembayaran yang sah di wilayah NKRI sepanjang belum dicabut dan ditarik dari peredaran," ujar Arbonas beberapa waktu lalu.
Nah, siapa saja 12 orang pahlawan nasional yang diabadikan sebagai gambar muka pada uang NKRI desain baru tersebut? Berikut daftarnya:
1. Dr Ir Soekarno (Proklamator kemerdekaan RI, Presiden Pertama RI)
2. Drs Mohammad Hatta (Proklamator kemerdekaan RI, Wakil Presiden Pertama RI)
3. Ir H Djuanda Kartawidjaja (Pengukuh kedaulatan Indonesia)
Kembali lagi guys bersama saya di web tercinta ini, kali ini saya mau ngebahas tentang simpang siur nya tentang latar belakang nya pelarangan penggunaan Handphone di SPBU atau lebih keren disebut pom bensin.
Gw melakukan riset kecil kecilan dengan browsing di internet, selama gw browsing banyak aneka komentar, kayak di bawah ini, komentar ini ada di video youtube klikdisini
source DTF
dan sebagai forum online terbesar di Indonesia kaskus, sudah ada yang membahas nya klikdisini , dan komennya beragam, tapi ada juga yang menanggapi nya berbeda dan mungkin ini jawaban ini yang baru gw baca, di kompasiana klikdisini , dan ini komennya
Source DTF
Tapi entah kenapa semua yang di debatkan di internet semua masuk akal buat gw, dari sinyal frekuensi yang tinggi, sampai sinyal elektromagnetik yang mengganggu kinerja mesin pompa nya.
DAN
Gw punya pembuktian sendiri dan ini fenomena pasti ditempat kalian juga pernah ada benda yang seperti ini.
source bukalapak
nah sudah pada kenal kan benda yang gw sebut diatas, pada awal nya gw terpesona dengan penemuan simpel ini dan tentunya bikin hp kalian makin menarik (mungkin ini populer sekali pada saat hp masih symbian). Tapi kalau di teliti lebih dalam dan mungkin bisa terlintas sekejap mata dalam pikiran gw, berarti sinyal HP (atau frekuensi atau apalah gw gak paham :D) itu begitu kuat sampai bisa menyalakan lampu LED yang ada di stiker tersebut.
Dan ada percobaan simpel lainnya yang kalian pasti secara gak sengaja lakukan, yaitu menaruh HP di atas TV (pada kasus ini pake TV Tabung, soalnya gw cuman punya itu sampe sekarang :D). Coba kalau ada telepon masuk atau sms masuk pasti layar tv akan berpengaruh tapi sedikit banyak nya gw pun gak paham apa yang mempengaruhinya.
Itu membuktikan bahwa berapa besarnya sinyal / frekuensi yang dihasilkan oleh HP kita yang dapat mempengaruhi mesin yang memiliki keterkaitan dengan sifat elektromagnetik maka dari itu HP juga dilarang penggunaan nya di rumah sakit pada ruang tertentu(byasanya yang memiliki alat medis vital) dan dalam dunia penerbangan (mungkin karena system komunikasi pilot dengan atc menggunakan system yang sama, sekali lagi ini teori sok tau(sotoy) gw :D).
Tapi tunggu dulu.....
Jika kalian berpikiran ahh gw kan pake BBM,Line atau yang lainnya yg berbasis internet bukan sinyal HP seperti sms/telpon merasa aman di gunakan di tempat yang memiliki larangan penggunaan HP kalian salah besar!!!
Selama kalian masih menggunakan mode kartu SIM(provider) maka sinyal HP/frekuensi akan terus terpancar meski kalian bukan menggunakan layanan sms/telpon(ini teori yang ada dikepala gw :D), nah beda hal jika menggunakan wifi dengan airplane mode/mode pesawat, terbukti kok di pesawat canggih saat ini sudah menyediakan koneksi wifi di dalam pesawat, berarti bisa dikatakan wifi sudah bisa dikendalikan bahayanya di dunia penerbangan(mungkin...:D)
Jadi intinya adalah
JIKA SUDAH ADA LARANGAN YA MENDING DI DIPATUHI, KARENA YANG MEMBUAT LARANGAN TERSEBUT PASTI SUDAH MELAKUKAN RISET DAN MENGHINDARKAN DARI HAL HAL YANG MEMBUAT KERUGIAN DIRI SENDIRI MAUPUN ORANG LAIN SECARA LUAS
kecuali.....
kalian punya pombensin pribadi, pesawat pribadi yang pilotin pribadi, rumah sakit pribadi beserta alat alatnya jadi meski terjadi apa apa kalian sendiri yang merasakan :D
Yo demikian sedikit artikel dari saya, mohon maaf kalau ada salah salah kata, jangan jadikan perbedaan menjadi sumber perpecahan, salam Bhineka Tunggal Ika
oh iya sedikit titipan dari redaksi, jangan lupa di like, subscribe dan komen nya yah guys
Jakarta - Pegawai Mahkamah Agung (MA) Dora Natalia Singarimbun dan Anggota Satuan Patroli dan Pengawalan (Patwal) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Aiptu Sutisna punya versi berbeda tentang pemicu insiden pencakaran. Aiptu Sutisna mengaku Dora memaki-makinya tanpa sebab. Sedangkan Dora, melalui kerabatnya, mengklaim kakinya diinjak Sutisna.
Peristiwa itu terjadi pada Selasa 13 Desember 2016. Aiptu Sutisna menceritakan kejadian berawal saat dirinya bertugas melakukan pengaturan dan penjagaan di busway di Jl Jatinegara Barat, Kampung Melayu, Jakarta Timur. Kondisi jalanan di kawasan itu macet apalagi ada galian gorong-gorong.
Sekitar pukul 09.00 WIB, kata Sutisna, arus lalu lintas sudah mulai mencair. Sutisna masih berdiri di jalan tersebut untuk melakukan pengaturan lalu lintas. "Kemudian ada mobil Xenia berhenti persis di depan saya, dia buka kaca sebelah kanan, dia teriakin saya "eh a**** kalau mau berdiri jangan di depan sana"," tutur Sutisna.
Dora kembali berteriak dengan melontarkan perkataan kasar kepadanya. Sutisna kemudian meminta Dora untuk mengklarifikasi cacian terhadapnya. Ketika Dora hendak masuk ke dalam mobil dan membuka pintu mobil, Sutisna kemudian mengambil kunci mobilnya.
Setelah kunci mobilnya diambil, Dora semakin emosi. Dia lalu menarik kerah seragam Surisna yang dilapis rompi. Sutisna tidak melawan dan memilih masuk ke jalur busway. Dora tambah emosi dan mengejarnya. Di jalur busway Dora menarik seragam Sutisna untuk meraih kunci mobil yang dipegang Sutisna, hingga rompinya rusak dan tanda kepangkatan Sutisna copot. Peristiwa itu direkam dan videonya menjadi viral di media sosial.
Lain Aiptu Sutisna, lain pula pengakuan Dora. Lewat adiknya Desi Singarimbun, Dora Natalia angkat bicara alasannya 'menyerang' Aiptu Sutisna. Desi Singarimbun melalui akun Instagram-nya @desisingarimbun seperti dilihat detikcom, Rabu (14/12/2016), menuliskan bahwa Dora awalnya hanya ingin menegur polisi lalu lintas (polantas) yang bertugas di jalan raya yang lancar. Menurut cerita Desi, setelah ditegur, polantas tersebut menghadang dan mengambil kunci mobil Dora tanpa membuat surat tilang.
Lalu Dora turun dari mobil dan berusaha mengambil kunci mobil. Desi menilai, tindakan mengambil kunci itulah yang terlihat seakan Dora sedang mencakar Aiptu Sutisna.
Tak hanya itu, Desi menyebut Aiptu Sutisna menginjak kaki Dora. Namun, masih kata Desi, aksi menginjak itu tak direkam oleh rekan polisi Aiptu Sutisna yang saat itu berada di lokasi.
Buntut dari pengakuan berbeda Dora Natalia dan Aiptu Sutisna, Badan Pengawas MA dan kepolisian terus menyelidiki insiden tersebut. Badan Pengawas MA berencana memeriksa Dora Natalia dan memanggil Aiptu Sutisna untuk dimintai klarifikasinya atas peristiwa itu.
Sementara kepolisian telah memeriksa Aiptu Sutisna dan 5 orang saksi, termasuk akan meminta keterangan memanggil Dora Natalia yang diketahui berstatus pegawai eselon IV di MA. Polisi juga mempersilakan Dora Natalia mengadu ke Propam apabila merasa dirugikan.