welcome

warganet

welcome

warganet

welcome

warganet

welcome

warganet

welcome

warganet

Senin, 06 April 2015

DPRD Tidak Ajukan HMP di Paripurna, Ahok: Aduh Lama Banget


Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menilai DPRD lambat tidak segera memulai Hak Menyatakan Pendapat dalam Paripurna Senin (6/4/2015) kemarin. Menurutnya terlalu lama kalau harus menunggu lagi hingga seminggu.

"Hak menyatakan pendapat tanggung nggak dimaju-majuin tunggu seminggu, tunggu lagi. Aduh lama banget. Kayak main sinetron saja panjang episodenya. Media juga jangan terlalu banyak liput deh kesenangan episode-episodenya," ujar Ahok di Pantai Mutiara Ancol, Jakarta Utara, Selasa (7/4/2015).

Lanjutnya, Ahok mengaku tidak risau dengan ancaman akan dimakzulkannya oleh DPRD. Menurutnya, tindakannya selama ini tidak salah sehingga tidak perlu ada yang ditakutkan.

"Orang saya nggak salah. Takut kenapa? Sudah jelas Rp 12,1 triliun di-crop dari APBD yang itu kok. Saya salahnya cuma karena nggak mau terima Rp 12,1 triliun kan. Nanti dibuktikan saja di MA (Mahkamah Agung) salah siapa," jelas Ahok.

Ayah tiga anak ini percaya MA dapat bekerja secara profesional dan tidak terpengaruh dengan tekanan-tekanan pihak luar.

"Mana bisa ngamanin MA. Ngapain? MA kan punya hak sendiri. Hakim MA juga waras bisa tahu kok siapa yang salah benar. Kenapa takut?" tandasnya.

Namun, apabila memang terbukti salah, Ahok yakin tahun 2016 baru dapat dipecat. "Kalau dipecat juga aku lihat proses-prosesnya 2016 pertengahan baru kepecat. Minimal saya punya APBD sudah jalan lumayan kan. (Setelah dipecat) ya kalau ditolak jadi Kabulog jadi komedian. Gua cukup lucu kan," pungkasnya.

detikcom

Jumat, 03 April 2015

Inilah Jumlah Mobil yang Dihancurkan Furious 7


Mobil Fast and Furious tidak memiliki stuntman layaknya para aktornya. Alhasil Fast and Furious 7 menelan ratusan mobil jadi korbannya.

Menjadi aktor Fast and Furious memang penuh dengan resiko. Namun lebih beresiko bila menjadi mobil dalam film tersebut. Bagaimana tidak? Mobil Fast and Furious tidak memiliki stuntman layaknya para aktornya.
Padahal mobil pegang peran sentral dalam film aksi balap mobil itu. Menurut pernyataan Dennis McCarthy, koordinator mobil dalam Furious 7 mengatakan kepada Cnet bahwa dia telah membeli mobil sekitar 300 sampai 350 mobil. Lalu berapa yang rusak?
Dikutip dari Wall Street Journal, Furious 7 telah menelan sekitar lebih 230 mobil jadi korban adegan dramatisnya. Untuk adegan kejar-kejaran di jalan pegunungan Monarch Pass, Colorado, mereka menghancurkan sekitar 40 mobil. "Selama syuting adegan itu kami mungkin menghancurkan 40 lebih mobil," ungkap McCarthy. Mobil-mobil yang hancur saat itu ada Mercedes-Benz, Ford Crown Victoria dan Mitsubishi Montero.
McCarthy juga mengklarifikasi bahwa mereka harus menggunakan ratusan mobil karena mobil yang sama akan dimunculkan dalam banyak adegan ekstrem. Hal ini praktis tidak mungkin untuk menggunakan kendaraan yang sama. Selain itu, McCarthy dan timnya selalu menyediakan mobil cadangan jika yang mobil asli rusak di lokasi syuting. Sebagai contohnya adegan mobil jatuh dari pesawat,McCathy menyiapkan enam mobil Subaru WRXs dengan enam Jeep yang berbeda, delapan Camaro dan Dodge Charger dan Challengers. Jadi total ada 34 mobil untuk adegan tersebut.

Angka tersebut bukanlah lagi fenomenal. Seri Fast and Furious sebelumnya tak kalah sadis dalam menghancurkan mobilnya. Dilansir Movie pilot, diprediksikan ada sekitar 300 - 400 mobil hancur dalam Fast and Furious 6.
Penghancuran ratusan mobil sudah jadi 'makanan' lama bagi produsen film aksi Hollywood. Film Captain America: The Winter Soldier' telah menghancurkan 150 mobil dan Good Day To Die Hard dikabarkan telah meremukkan sekitar 132 mobil atau senilai 11 juta dollar AS untuk adegan kebut-kebutan.
Wah, memang Hollywood tidak pernah setengah-setengah dalam memproduksi filmnya

Mobil Termahal Ketiga di Dunia Hancur di Furious 7


Fast and Furious yang dikenal sebagai film aksi balap mobil telah menghancurkan mobil seharga 44 miliar.

Film Furious 7 sudah mulai tayang di bioskop Indonesia. Fast and Furious yang dikenal sebagai film aksi balap mobil tentunya dalam pembuatannya menampilkan beragam mobil mulai dari masih baru hingga jadi rongsokan.
Di seri ketujuh Fast and Furious kali ini telah menghancurkan mobil setidaknya ada lebih dari 230 unit mobil, menurut Wall Street Journal. Termasuk mobil yang dipakai Vin Diesel, Lykan HyperSport seharga Rp 44 miliar. Mobil yang dikabarkan sebagai mobil termahal ketiga di dunia itu kini telah menjadi rongsokan.
Mobil yang dibuat oleh W Motorspot, salah satu perusahaan yang berbasis di Lebanon, ini memiliki peranan penting dalam di salah satu adegan Furious 7. Diceritakan Dominic (Vin Diesel) Cs mendapatkan misi untuk menemukan chip komputer ciptaan hacker bernama Ramsey yang tersembunyi di dalam mobil mewah tersebut. Hingga Dom dan Brian mengendarai mobil ini dan meluncur keluar dari atas Etihad Towers di Abu Dhabi dan menghantam jalan.
Menurut Ralph Debbas CEO W Motors mengatakan bahwa kondisi kendaraan tersebut kini babak belur. "Tidak ada pelindung angin, bagian depan benar-benar rusak, pintu hancur, seluruh interior yang benar-benar mati," kata Debbas sambil tertawa kepada tabloid!

Lykan HyperSport merupakan perwujudan simbolis dari kecepatan seperti judulnya 'Fast and Furious'. Lykan mampu melaju dengan kecepatan kecepatan 100 km/jam dalam 2,8 detik. Selain itu, bagian lampu depannya terdapat 420 berlian yang ditempelkan untuk memantulkan cahaya ke jalan.
Saat melihat adegan mobil itu terlempar dari gedung, Ralph menutup matanya. "Aku melarikan diri karena aku tahu sesuatu yang buruk akan terjadi." Tapi kemudian ia mulai terbiasa setelah tim produksi menghancurkan 10 mobil di depannya.
Untuk pertama kalinya Fast and Furious melakukan gebrakan itu. Selama 15 tahun terakhir Fast and Furious selalu setia dengan mobil Dodge Charger Vin Diesel. Hanya di Furious 7, Vin Diesel mengendarai mobil keduanya. Sehingga Furious 7benar-benar unik untuk ditonton tahun ini.

Adegan Mobil Terjun dari Pesawat di 'Furious 7' Itu Nyata!


Sudah menonton Furious 7? Mereka benar-benar melakukannya sedikit penggunaan rekayasa komputer.

Sudah menonton seri terbaru Fast and Furious bulan ini? Melihat adegan yang disuguhkan melalui trailer sebelumnya pasti Furious 7 bakal ditonton banyak orang. Terlebih lagi adegan mobil-mobil yang diterjunkan langsung dari pesawat. Pasti membuat Muvilaz tercengang sekaligus penasaran bagaimana mereka melakukannya.
Ternyata di balik keseruan adegan tersebut ada proses pembuatan film yang rumit. Seperti yang terlihat dalam video behind the scene Furious 7 yang dirilis oleh Universal Pictures bulan lalu. Dalam video berdurasi dua menit lebih itu menunjukkan proses pengambilan gambar adegan pesawat.

Untuk adegan mobil jatuh dari pesawat, Dennis McCathy, koordinator mobil menyiapkan 34 mobil. Jumlah itu terdiri dari enam mobil Subaru WRXs, enam Jeep, delapan Camaro, Dodge Charger dan Challengers. 
Namun dalam filmnya hanya ada lima buah mobil yang terlihat meluncur dari pesawat kargo di ketinggian 12 ribu kaki. Adegan itu dilakukan sungguhan dan bukan hasil rekayasa CGI (Computer-Generated Imagery), kecuali pemain di dalamnya. Jadi tim produksi benar-benar meluncurkan mobil-mobil balap itu dari pesawat kargo C-130.
"Kami benar-benar ingin mengandalkan CGI sesedikit mungkin. Kami benar-benar menjatuhkan mobil-mobil itu dari pesawat," produser Neal Moritz mengatakan kepada The Post. Masing-masing mobil diberi parasut agar dapat mendarat dengan aman.
Desain parasut yang digunakan pun harus disesuaikan dengan bobot mobilnya. Angkatan Udara awalnya menyarankan penggunaan parasut GPS, yang dapat mengarahkan kargo ke zona penurunan yang tepat, tetapi mereka parasutnya sangat besar sehingga tidak terlihat bagus di tampilan film. Akhirnya menggunakan parasut yang lebih kecil yang dilas ke bagian belakang mobil. Semakin berat bobot mobil, semakin semakin bagus. Mesin dalam mobil tetap dibiarkan terpasang untuk menstabilkan mobil saat jatuh. Parasut akan otomatis terbuka pada ketinggian 5.000 meter.
Pengambilan gambarnya diterjunkan beberapa orang untuk merekam gambar dari berbagai sudut saat mobil diluncurkan. Ada yang terjun bersamaan dengan mobil, ada yang sesudah mobil keluar, dan yang lainnya terjun sebelum mobil tersebut meluncur.
Proses pengambilan gambar ini pun tak langsung berhasil. Berbagai kecelakaan terjadi selama syuting dan beberapa mobil menjadi korbannya. Seperti angin besar menerpa mobil hingga menghancurkannya dan parasut mobil tak terbuka sama sekali sampai menabrak gurun. Adapula mobil yang terseret oleh angin besar melintasi padang pasir dan babak belur ditampar tanaman kaktus.
Perjuangan sutradara James Wan menciptakan adegan dramatis itu sukses membuat penonton terpukau. Ini bakal jadi nilai plus untuk Furious 7.

Inilah Caranya Paul Walker 'Dihidupkan' Kembali di Furious 7


Beginilah caranya Paul Walker dihidupkan kembali dalam Furious 7

Rasanya tak ada yang tidak mungkin bagi teknologi sekarang ini. Aktor yang telah meninggal pun dapat 'dihidupkan' kembali. Hal inilah yang dihadirkan dalam filmFurious 7.
Sepeninggalnya Paul Walker dalam kecelakaan mobil pada kahir tahun 2013 memang meninggalkan duka yang mendalam bagi yang ditinggalkan. Terutama bagi pemain dan tim produksi Fast and Furious 7. Kematiannya membuat Universal menunda perilisan Furious 7 selama satu tahun.
Tadinya Universal menjadwalkan tayang pada 11 Juli 2014. Namun akhirnya harus mengalami kemunduran hingga April 2015 demi merevisi skenarionya. Pihak Universal pun tetap memastikan tidak akan menghapus adegan-adegan yang sudah dilakoni Paul Walker. Dengan teknologi CGI atau Computer Generated-Imagery, sosok Brian O'Connor bisa dihidupkan kembali.
Dilansir dari The Hollywood Reporter, proses CGI di film ketujuh ini dipercayakan kepada pihak WETA, perusahaan Digital milik sutradara The Hobbits, Peter Jackson. WETA memanfaatkan sosok dari dua adik Paul Walker, yaitu Cody dan Caleb Walker untuk diberi efek hingga wajah mereka mirip dengan almarhum kakaknya.
Sebenarnya proses 'kloning' Paul Walker ini melibatkan beberapa pemeran pengganti. Caleb untuk meniru gerak tubuh Paul, sedangkan Cody untuk menghadirkan sorot mata. Sedangkan yang lainnya, untuk menggantikanPaul berlaga di Furious 7.
Teknologi canggih ini bukan pertama kalinya digunakan dalam dunia perfilman Hollywood. Pada tahun 2000 silam, film Gladiator juga mengalami hal serupa. Aktornya Oliver Reed terkenal serangan jantung selama syuting sehingga otomatis mereka menggunakan teknik CGI sebagai jalan keluar yang tepat. Hasilnya pun tidak berbeda jauh dari aslinya.

Soundtrack Furious 7 Sertakan Superstar Dunia Musik


Mendukung perilisan filmnya yang sudah dinanti penggemar setia franchisenya, Atlantic Records merilis album soundtrack dengan menggaet superstar dunia musik.

Universal Pictures menggaet Atlantic Records telah merilisa album Furious 7: Original Motion Picture Soundtack, album penunjang filmnya yang akan dirilis pada awal April ini. Demi menyamai hype filmnya yang sudah digaungkan sejak tahun lalu, maka album soundtrack ini pun digarap dengan totalitas di mana setiap lagu yang disertakan di dalamnya adalah lagu yang benar-benar baru.

Pengerjaan album ini menyertakan beberapa nama superstar dunia musik, baik dari genre musik hip-hop sampai R&B, seperti Wiz Khalifa, T.I., Young Thug, Iggy Azalea, Flo Rida, Sevyn Streeter, Price Royce, Juicy J dan Mos Def. Album ini nantinya juga menyertakan lagu DJ Snake & Lil Jon yang dirilis pertama kalinya dalam bentuk album, "Turn Down For What”.
Single lain yang juga dinanti dalam album ini tak lain adalah "Ride Out” yang dinyanyikan keroyokan oleh Kid Ink, Tyga, Wale, Y.G., Rich Homie Quan. Single tersebut berhasil memuncaki chart-chart lagu seperti MTV2 dan MTV Jams. Video singlenya pun tak kalah laris, terhitung 6 juta kali video tersebut ditonton di channel YouTube Atlantic Records. Sementara itu single “See You Again,” yang dinyanyikan oleh Wiz Khalifa (Feat. Charlie Puth) sudah lebih dulu beredar di banyak radio seluruh dunia. Lagu satu ini juga telah ditampilkan dalam acara televisi nasional AS seperti The Tonight Show Starring Jimmy Fallon. 
Data-data angka di atas masih diperkuat dengan larisnya lagu duet antara Wiz Khalifa dan musisi kelas Grammy, Iggy Azalea’s yang berjudul “Go Hard Or Go Home”. Soundtrack eksklusif Furious 7 ini telah menarik perhatian pengunjung sebanyak 5,6 juta kali dan masih akan terus bertambah. .
Seluruh soundtrack dari Furious 7 kini bisa ditonton lewat channel resmi YouTube Fast & Furious yang merupakan hasil kerja sama antara Universal, Atlantic, dan beberapa brand ternama, di antaranya Dodge. Kamu bisa melihat salah satu videonya menyertakan mobil tercepat Dodge Viper yang berkekuatan 645 tenaga kuda. 
Berikut ini daftar lengkap lagu-lagu dalam album soundtrack Furious 7.

1. "Ride Out" - Kid Ink, Tyga, Wale, YG, Rich Homie Quan
2. "Off-set" - T.I. & Young Thug
3. "How Bad Do You Want It (Oh Yeah)" - Sevyn Streeter
4. "Get Low" - Dillon Francis & DJ Snake
5. "Go Hard or Go Home" - Wiz Khalifa & Iggy Azalea
6. "My Angel" - Prince Royce
7. "See You Again" - Wiz Khalifa (Feat. Charlie Puth)
8. "Payback" - Juicy J, Kevin Gates, Future, Sage The Gemini
9. "Blast Off" - David Guetta & Kaz James
10. "Six Days (Remix)" - DJ Shadow (Feat. Mos Def)
11. "Ay Vamos" - J. Balvin (Feat. French Montana and Nicky Jam)
12. "G.D.F.R. (Noodles Remix)" - Flo Rida (Feat. Sage The Gemini dan Lookas)
13. "Turn Down For What" - DJ Snake & Lil Jon
14. "Meneo" - Fito Blanko
15. "I Will Return" - Skylar Grey
16. "Whip" - Famous To Most *
* Track bonus yang tidak dimainkan di dalam filmnya.

Kamis, 02 April 2015

Google Code Shutdown!



When we started the Google Code project hosting service in 2006, the world of project hosting was limited. We were worried about reliability and stagnation, so we took action by giving the open source community another option to choose from. Since then, we’ve seen a wide variety of better project hosting services such as GitHub and Bitbucket bloom. Many projects moved away from Google Code to those other systems. To meet developers where they are, we ourselves migrated nearly a thousand of our own open source projects from Google Code toGitHub.
As developers migrated away from Google Code, a growing share of the remaining projects were spam or abuse. Lately, the administrative load has consisted almost exclusively of abuse management. After profiling non-abusive activity on Google Code, it has become clear to us that the service simply isn’t needed anymore.
Beginning today, we have disabled new project creation on Google Code. We will be shutting down the service about 10 months from now on January 25th, 2016. Below, we provide links to migration tools designed to help you move your projects off of Google Code. We will also make ourselves available over the next three months to those projects that need help migrating from Google Code to other hosts.
  • March 12, 2015 - New project creation disabled.
  • August 24, 2015 - The site goes read-only. You can still checkout/view project source, issues, and wikis.
  • January 25, 2016 - The project hosting service is closed. You will be able to download a tarball of project source, issues, and wikis. These tarballs will be available throughout the rest of 2016.
Google will continue to provide Git and Gerrit hosting for certain projects like Android and Chrome. We will also continue maintaining our mirrors of projects like Eclipse, kernel.org and others.
How To Migrate Your Data Off Google Code
The simplest way to migrate off of Google Code is to use the Google Code to GitHub exporter tool, which provides an automated way to migrate a project’s source, issues, and wikis to a new GitHub repo. Please note: GitHub’s importer will convert any Subversion or Mercurial Google Code projects to use Git in the process.
We also offer stand-alone tools for migrating to GitHub and Bitbucket, and SourceForge offers a Google Code project importer service.
If you encounter any problems using these tools, please log issues with us, contact google-code-shutdown@google.com, or email me directly (cdibona@google.com). We’ll also be closely tracking Hacker News, Reddit, and other popular forums to answer questions in public. We know this decision will cause some pain for those of you still using Google Code and we're sorry for that. We'll continue to do our best to make the migration process easy for you.
GitHub and Bitbucket are both looking forward to working with developers moving off of Google Code. They’ve been great to work with leading up to this announcement, so we’d like to thank those sites for their continued support of the community. There are some great options for people today that didn’t exist in 2006, and we look forward to helping you find the one that works for your project.
Chris DiBona, Director of Open Source