By DTF 04.32
Jakarta - Salah satu korban ledakan bom di Starbucks Menara Cakrawala adalah Selvi. Da adalah mahasiswi yang sedang mengerjakan skripsi.Ibunda Selvi, Sifa, berada di sekitar lokasi ledakan pertama di Menara Cakrawala, Jl MH Thamrin, Jakarta, Kamis (14/1/2016) sore. Sifa menunggu diperbolehkan aparat masuk ke Starbucks yang menjadi sasaran teroris, untuk mengambil laptop putrinya yang menyimpan data draf skripsi."Putri saya jadi korban ledakan di situ," kata Sifa saat ditanya kisah putrinya.Dia menuturkan, saat terjadi ledakan, Selvi sedang mengerjakan skripsi di Starbucks. Selvi duduk membelakangi dinding kaca yang menghadap ke Gedung Jaya.Seorang saksi bernama Abi mengatakan ledakan pertama berasal dari luar Starbucks, ledakan kedua yang lebih kecil terjadi di dalam. Selvi, kata Sifa, terkena pecahan kaca dampak ledakan pertama."Anak saya kena pecahan kaca dari belakang. Setelah itu dia dievakuasi," tutur Sifa.Selvi tak sadarkan diri, lalu dievakuasi. Barang-barangnya pun tertinggal di warung kopi asal AS itu. Kini Sifa berharap masih bisa menyelamatkan laptop yang menyimpan kerja keras putrinya untuk menyongsong masa depan.(tor/nrl)detikcom
By DTF 04.25
Jakarta - Pria ini dengan tenang berjalan di tengah kerumunan warga. Dia lalu mengeluarkan senjata dan menembak petugas kepolisian dari jarak dekat. Siapa dia sebenarnya?Dari sejumlah foto yang diabadikan fotografer media dan dokumentasi polisi, Kamis (14/1/2016), terlihat pria tersebut memakai baju berwarna biru tua dan celana jeans. Dia juga mengenakan topi hitam dan jaket sambil membawa ransel.Si pelaku juga mengenakan sarung tangan berwarna biru. Sepatunya berwarna biru muda dengan gaya sporty.Menurut polisi, saat terjadi ledakan bom bunuh diri di Starbucks Gedung Cakrawala, dia sempat menembaki warga yang berhamburan keluar. Satu orang WNA tewas dan satu orang lagi terluka.Dia lalu ikut berkerumun dengan warga saat terjadi ledakan kedua di Pos Polisi Thamrin. Dengan tangan dingin, dia kemudian mengeluarkan senjata dan menembak anggota polisi yang berdiri di belakang warga. Setelah itu, bersama rekannya yang memakai baju biru muda, dia berjalan ke arah Starbucks sambil melempar bom dan baku tembak dengan anggota polisi lainnya. Dari video warga, dia terlihat mengakhiri hidupnya dengan meledakkan bom.Siapa sosok pria tersebut? Polisi belum memastikannya. Namun ada dugaan dia berkaitan dengan kelompok Bahrun Naim. Kapolda Irjen Tito Karnavian menegaskan, kelompok Bahrun terkait ISIS.Selain pria tersebut, ada empat sosok lain yang terlibat dalam aksi teror tersebut. Mereka semua dipastikan tewas.
(mad/nrl)detikcom
By DTF 21.43
Jakarta - Polisi masih berusaha menangkap pelaku ledakan granat di pos polisi Jl MH Thamrin dan gedung Cakarawala di dekat Gedung Sarinah, Jakarta Pusat. Serangan ini mengingatkan tentang adanya ancaman dari ISIS.Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Anton Charliyan mengatakan hingga saat ini polisi belum bisa mengetahui pelaku pelempar granat yang juga terlibat baku tembak dengan polisi. Namun dia mengungkap pernah ada ancaman dari ISIS."Kami belum tahu siapa pelakunya. Tetapi sebelumnya Indonesia sudah diwarning ISIS akan ada 'konser' di Indonesia dan Indonesia jadi pemberitaan internasional," kata Irjen Anton di lokasi, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2015). Konser adalah istilah untuk aktivitas teroris.Saat ini polisi masih berusaha menangkap pelaku. Gedung Cakrawala yang ada di samping Gedung Sarinah dikepung. Diduga pelaku berada di gedung yang juga tempat Djakarta Theatre dan Starbucks berada.Polisi mengidentifikasi pelaku mengendarai motor dan menenteng senjata. Warga diminta menghindari Gedung Cakrawala dan sekitarnya. (tor/nrl)detikcom
By DTF 21.39
Jakarta - Gedung Cakrawala di seberang Sarinah Thamrin, disterilisasi oleh pihak kepolisian. Diduga masih ada 1 orang dalam gedung yang terindikasi pelaku peledakan.Informasi dari petugas, ada 1 orang pelaku yang masih memegang senjata di dalam gedung yang terdapat Bioskop Djakarta Theater. Sterilisasi dilakukan sejak jam 11.20 WIB, Kamis (14/1/2016).Di depan gedung juga terlihat polisi sedang melakukan pengintaian. Para polisi itu lengkap dengan senjatanya. Polisi juga mengimbau warga menjauh dari lokasi itu.Polisi berompi anti peluru juga terlihat berjalan mengarah ke gedung tersebut. Lalu-lintas masih ditutup di lokasi.(rvk/try)
detikcom
By DTF 21.38
Jakarta - Siang ini merupakan pengalaman menegangkan yang tak terlupakan oleh Tri Feranto (25). Dia mendengar ledakan -- yang kemudian diketahui bersumber dari granat -- dan melihat pelaku baku tembak dengan polisi.Menurut Tri, saat ledakan terjadi pukul 10.35 WIB, dia sedang berjaga di depan bank tempatnya berjaga sebagai satpam. Dia mendengar ledakan dari kawasan Starbucks yang terletak di Gedung Cakrawala, seberang Sarinah. "Saya jaga pukul 10.35 WIB dan dengar dua kali ledakan dari Starbucks," ujar Tri. Ledakan ini diketahui bersumber di lahan parkir gedung Cakrawala.Tri juga mendengar ledakan ketiga di pos polisi yang berada di tengah Jl Thamrin. "Di pos polisi ada 3 polisi luka parah, saya nggak tahu meninggal atau nggak," kata Tri. Setelah ledakan ketiga, warga berkerumun. Tri berinisiatif membubarkan warga. Namun setelah itu ada baku tembak antara pelaku dan polisi."Penembak itu menyerang polisi satu-satu. Jumlah pelaku bertambah hingga menjadi 5 orang," katanya.Tri menerangkan, ciri-ciri pelaku seperti berkulit hitam. Pelaku menggunakan pistol mirip FN dan mengenakan pakaian hitam serta tidak pakai topeng. "Saya mau merekam tapi saking paniknya nggak jadi," tuturnya.Tri melihat 3 pelaku yang berada di gedung Cakrawala tewas dan 1 polisi tewas serta 2 polisi luka parah. Saat ini, suasana masih mencekam. Ambulans sudah berada di lokasi. Lalu lintas dari Sabang arah Sarinah ditutup. Sesekali terdengar suara tembakan dan terlihat satu helikopter melintas dari gedung Cakrawala ke Sabang. (nwy/nrl)
detikcom
By DTF 21.36
Jakarta - Ledakan terjadi di Pos Polisi Sarinah, Thamrin, Jakarta. Diduga ledakan berasal dari bom. Belum diketahui apakah ini bom bunuh diri atau bukan.Di lokasi, Kamis (14/1/2016), ada tiga pria tergeletak di dekat pos polisi. Diduga ketiga pria itu tewas. Ada juga yang bersimbah darah.Masyarakat banyak yang melihat ke lokasi. Asap sesaat ledakan masih terlihat. Polisi juga kemudian melakukan pemeriksaan dan mengejar pelaku.Kondisi di Thamrin masih mencekam. Banyak petugas kepolisian berjaga melakukan pengejaran pada pelaku. (dra/dra)
detikcom
By DTF 12.29
Jakarta - Polisi memberi sinyal bubuk kopi yang ada di Kafe Olivier bersih. Tidak ditemukan zat berbahaya di bubuk kopi yang diperiksa. Lalu bagaimana Wayan Mirna (27) bisa tewas?"Itu kan satu toples kopi diambil, digerus, dalam pra rekon kami melihat pembuatannya. Biji kopi sudah diambil samplenya, itu kan yang minum kopi bukan hanya korban, tapi puluhan orang di kafe itu, yang lain nggak masalah kok," jelas Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti, Rabu (13/1/2016).Krishna sendiri sudah menyampaikan ada dugaan zat korosif di lambung Mirna. Pihak kepolisian masih menunggu hasil uji Labfor untuk kepastiannya."Ada second opinion, yang resminya belum keluar, kami nunggu surat resmi dari lab forensik," imbuh dia.Krishna juga mengungkapkan, ada sejumlah barang bukti yang memberikan petunjuk bagi kepolisian."Ada beberapa petunjuk atau barang bukti yang sudah ambil dan disita polisi dan diperiksa di Labfor, semua sudah dilakukan penyitaan bahkan penggeledahan, dan di uji, nanti hasil ujinya akan dikembalikan ke kami. Biar kami rangkai. Jadi masih berjalan," tutup dia. (dra/dra)detikcom