Kamis, 03 November 2016
Beli 8 Jet Sukhoi, Indonesia Tunggu Harga dari Rusia
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyebut rencana pemerintah Indonesia membeli pesawat tempur asal Rusia, Sukhoi Su-35, tidak menemui kendala apapun. Ia berkata, Kemhan saat ini masih menunggu harga dari Rusia.
"Sudah selesai, tinggal harganya saja," kata Ryamizard saat ditemui di pameran industri pertahanan Indo Defence 2016 Expo & Forum di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Kamis (3/11).
Ryamizard mengatakan, proses pembelian Sukhoi tidak berjalan alot. Ia mengklaim, selama ini proses tawar-menawar pembelian delapan Sukhoi antara pemerintah Indonesia dengan Rusia masih terus berlangsung.
Lihat juga:Menhan: Pembelian Armada Sukhoi Sudah Disetujui Jokowi
Dia berharap harga yang ditawarkan Rusia tidak terlalu tinggi. "Bukan progresnya yang lama. Saya menekankan harganya berapa. Selagi harganya belum ada, saya akan tanya terus," ujarnya.
Lebih dari itu, Ryamizard menuturkan, perjanjian alih teknologi dan offset dalam pembelian Sukhoi telah diteken.
Dalam empat tahun terakhir, belanja pertahanan Indonesia meningkat 77 persen menjadi Rp108,7 triliun. Di sisi lain, Kemhan juga telah menandatangani kontrak pembelian 24 jet tempur F-16 dari perusahaan asal Amerika Serikat Lockheed Martin.
Sebanyak 14 unit F-16 di antaranya telah dikirim ke Indonesia. Sebanyak 10 unit lainnya akan dikirim pada awal 2018.
"(Sukhoi) sudah hampir (jadi). Yang lain sudah ketemu harganya. Saya mau harganya. Kalau enggak tahu harga, bisa jadi menggelembung karena kami enggak ngerti," ujar Ryamizard.
Lihat juga:Panglima TNI Sebut Sukhoi Dibeli untuk Keunggulan Udara RI
Pengadaan Sukhoi merupakan upaya strategis Kemhan mengganti F-5 yang saat ini usianya mendekati 40 tahun. Dari sisi teknologi, pesawat tempur dari skuadron 14 Madiun itu sudah tertinggal.
Indonesia membeli pesawat F-5 dari Amerika Serikat pada akhir dekade 1970-an. Indonesia membeli 16 unit pesawat tempur yang dilengkapi dengan rudal air to air AIM-9P2 Sidewinder yang disebut salah satu rudal perang udara yang paling canggih kala itu.
"F-5 itu usianya sudah hampir 40 tahun. Enggak usah dipakai perang nanti juga jatuh sendiri," kata Ryamizard.
Lihat juga:Kemhan Didesak Gelar Tender Jet Tempur secara Transparan
(abm/agk)
cnnindonesia
Related Posts:
Kalau MKD Main-main di Kasus Novanto, Bisa Terjadi People Power!Jakarta - Persidangan tertutup MKD yang menghadirkan Setya Novanto panen kritik. Jika MKD main-main, bukan tak mungkin bisa terjadi people power!"Politisi ini betul-betul bebal. Nurani dimatikan, akan sehat dimatikan. Me… Read More
Promosikan Bus Feeder, TransJ Pasang Spanduk Bayar Sekali Rp 3.500Jakarta - Meski sudah beroperasi sejak akhir 2015, sebagian penumpang TransJakarta tidak tahu tentang keberadaan bus sedang pengumpan (feeder). Untuk itu, PT Transportasi Jakarta memasang spanduk tentang mekanisme tarif … Read More
Jokowi Resmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terbesar di IndonesiaJakarta -Tepat pukul 15.50 WITA, Minggu, 27 Desember 2015, Pesawat Kepresidenan Indonesia -1 yang membawa Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo serta rombongan, mendarat di Bandar Udara El Tari … Read More
Jokowi Tak Gertak Sambal, Polri Ternyata Diperintahkan Cari Reza ChalidJakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) rupanya tak main-main menyatakan marah besar namanya dicatut di kasus 'Papa Minta Saham' yang menyeret Ketua DPR Setya Novanto. Dia telah memerintahkan Polri mencari keberadaan pen… Read More
AP II Minta Service Charge Bandara Sultan Thaha Jambi DinaikkanJambi -Keberadaan terminal baru yang modern dan mewah membuat Bandara Sultan Thaha Jambi lebih bergengsi. Diyakini penumpang pesawat akan makin meningkat karena kapasitas bandara yang jauh lebih besar, fasilitasnya yang … Read More
0 komentar:
Posting Komentar